Tuesday, September 25, 2018

Saya Asam Lambung Awalnya Alasannya Yaitu Ada Saudara Meninggal Bunuh Diri

Posted by Mr sumari at September 25, 2018 0 Comments
 Waktu itu saya kerja di luar kota tepatnya dipasuruan  Saya Asam Lambung Awalnya alasannya yakni ada Saudara Meninggal Bunuh Diri

Sedikit cerita.

Awal sakit 1 tahun yang lalu. Waktu itu saya kerja di luar kota tepatnya dipasuruan (aku di Tuban).

Singkat kisah saya pulang kampung. Sekitar seminggu di rumah. Waktu mau balik saya denger kabar sepupu gantung diri (semoga diampuni dosanya). Waktu itu tubuh pribadi gemeter takut juga sih.

Singkat kisah semenjak bencana itu saya tidak dapat tidur beberapa hari gara-gara takut. Karena itu saya tetapkan balik saja kerja semoga gak takut lagi.

Inilah awal mula sakit. Bukannya tambah dapat tidur malah makin parah. Kepala pusing tubuh lemes panas hirau taacuh muntah-muntah. Pergilah saya ke dokter dan dibilang tifus tapi esoknya perut terasa begah kaya ada yang ganjel.

Saat itu saya belum tau penyakit asam lambung yang katanya gak boleh diurut. Pergilah saya ke dukun urut tapi saya gak jadi diurut. Dukun itu bilang ini gak dapat diurut kau sudah luka di lambung (hebat juga ini dukun dapat tau pikir saya).

Disuruhlah saya minum parutan singkong. Selang beberapa hari makin parah dada sesak perut terasa panas pokoknya mau mati rasanya. Pkiran jadi parno baperan pengecut takut mati.. Saat itu saya sudah gak kerja lagi numpang di rumah abang di Pasuruan.

Di sana saya ibarat seorang pertapa gak pernah keluar. 2 bulan berlalu bersama berjuta sensasi. Aku telpon ibu di rumah, saya bilang 2 bulan saya di sini gak kerja tapi sakit nangislah dia di suruh pulanglah.

Esoknya saya pulang diantar kakak. Sampai di rumah sudah banyak tetangga (maklum saya orangnya baik banyak yang cinta..wkwkwkwk) dikala itu saya berpikir apa ini tanda saya mau mati kok banyak orang.

Hari-hari pun ku lalui dengan derita. Berbagai pengobatan ku jalani gak kehitung habis berapa barang-barang, ternak habis ku jual hingga abang ku kedua harus ngalah nikah sangat sederhana tanpa acara.

Kulihat abang ku komitmen menangis dengan keadaan ku lemas tak berdaya. Sudah gak punya ayah sakit pula kaya jenazah hidup. Pernah saya pamit pada keluarga mau mati gak berpengaruh nahan rasa sakit."Alloh menurunkan penyakit niscaya dengan obatnya"

Berobatlah saya kepada seorang mantri setengah kyai disana saya mengeluh ini itu dikasihlah saya obat 3 macam bila gak salah dan sedikit doa barangkali. Saat itu udah mulai enakan. Saya tetapkan kembali.

Share This Post

Get Updates

Subscribe to our Mailing List. We'll never share your Email address.

0 comments:

Recent Articles

Blogroll

Recent News

© 2014 Sahabat sehat.
Powered by Themes24x7 .
back to top