Ketika orang bau tanah pun tak sanggup mengerti keadaanmu, kepada siapakah kamu akan bergantung?
Menyusuri jalan hidup yang gelap dan sepi, serta cuek menusuk. Berjalan sebagai seorang insan yang tak dibutuhkan untuk ada, mengetahui kegagalan dirimu, sampai karenanya mereka mungkin
menyesal mempunyai anak sepertimu.
Disaat itu pula dirimu menyadari bahwa kamu telah "benar-benar" menjadi insan yang tak berguna. Lalu karenanya kamu berpikir bahwa hidupmu tak ada gunanya, takdirmu semuanya yakni untuk menjadi sampah yang sia-sia.
Maka dikala itu pula kamu tetapkan untuk menjalani hidup sendiri ditempat yang jauh nan terisolasi, pilihan kedua yakni mati.
Air mata yang mengalir dari matamu selama bertahun-tahun kini telah kering. Semua perjuangan yang kamu lakukan untuk menmbahagiakan kedua orang tuamu kini sia-sia, meskipun pada kenyataannya kamu tak sanggup melakukannya, dan karenanya gagal, namun mereka tak melihat itu.
Hai kawan, tidak terasa hidupku sudah semakin menua, namun kebahagiaan tak kunjung datang. Kesengsaraan yang sangaja menyakitkan bukanlah alasannya persoalan materi, harta, dan duniawi. Melainkan tekanan batin yang begitu berat, ketika kamu mulai menanggung beban itu dimulai dari dikala kamu kecil, saaat dimana seharusnya engkau bermain gembira, sampai kini kamu mulai menua.
Ya, darah ini keluar memang tak terlihat, akan tetapi rasanya begitu sakit. Semua orang merendahkanmu, mencelamu serta menyindirmu ketika kamu sering gampang sedih dan sensitif, padahal mereka tak mengerti sedikitpun perihal gangguan jiwa itu, mereka dengan mudahnya menyakitimu dengan berkata jelek perihal sikap dan sifat yang kamu miliki, yang bahkan kamu tak mau memilikinya.
Mereka menyakiti perasaanmu. Ya mereka, termasuk orang tuamu. Lalu yang sanggup kamu lakukan hanyalah mengurung diri diruang pribadimu sembari mengeluarkan air mata tanpa suara. Itu somua berulang berkali-kali.
Kemudian kamu menemukan motivasi, kamu bertekad untuk sembuh. Namun naas, ditengah jalan orang tuamu kembali membanding-bandingkanmu dengan orang lain, menyinggungmu perihal kekuranganmu yang tak sanggup kamu sanggup alasannya penyakit ini.
Seandainya memberi tunjangan dan berkata dengan nada lembut, setidaknya itu lebih baik daripada ketika mereka berkata dengan nada sinis dan menyudutkanmu.
Ini
Semua
Terjadi
PADAKU

Facebook
Twitter
Google+
Rss Feed

0 comments: