Tuesday, September 25, 2018
Kenapa Kalian Phobsos Alasannya Yakni Takut Ketemu Orang? Dikatin Jelek
Posted by Mr sumari at September 25, 2018
0 Comments
Kebanyakan orang jadi phobsos alasannya ialah takut waktu ketemu orang, orang itu mikir salah soal kita dan kita takut respon dari orang tersebut nyakitin kita dan gak sesuai bayangan kita.. Takut direndahkan dan diabaikan, dan gak dianggap, lebih parah lagi sudah dianggap tidak ada. Maksudnya nggak ditemenin sama siapapun. Begitu saya muncul mirip gak ada orang aja masing-masing ngobrol sendiri2, sakit digituin.
"Kok kau diem sih" atau "kamu mah orang nya pendiem ya" kadang2 di posisi ketika low energi, tiba2 ada orang nyeletuk kaya gitu... rasanya sakit banget apalagi ketika kumpul2 banyak temen semua tertuju padaku..
Respon/kata-kata orang yang kayak gimana yang kalian takutin??
Me: saya takut dikatain "jelek" alasannya ialah saya pernah dibully alasannya ialah fisik dan kebawa sampek sekarang.
Memang dulu saya buruk banget item, tonggos dan itu membekas di alam bawah sadar. bahkan Aku pernah dibully cowo satu kelas, ya mungkin alasannya ialah mukaku memang jelek. Kaprikornus stress berat jikalau deket sama cowo. Selain takut dikatian buruk juga takut dikatain aneh.
Menurut saya cowo itu melihat dari fisik, kesannya bikin cewe buruk trauma. Dulu juga ada sekelas cewe gendut dihina habis2an.
Tapi kata temen saya sumber persoalan saya ialah alasannya ialah pernah di kritik orang waktu dulu, dan cara untuk menghilangkan stress berat tersebut perlu mengklarifikasi terhadap orang yang mengkritik waktu itu, tentunya beliau ada dalam imajinasi saya sendiri, tanya apa alasanya, dan paksa beliau untuk bilang bahwa saya itu cantik, dan sehabis beliau beneran bilang saya cantik, maka saya akan mencicipi bahwa semua orang akan ngomong bahwa saya itu cantik, dan menciptakan saya pede. Semacam hipnoterapi begitu. Tapi saya pernah hipnoterapi 2 kali gak mempan. Apa mungkin alasannya ialah terapisnya kurang mahir ya.
Kata-kata orangg emang selalu jlep di hati, menyerupai anak panah, tapi jikalau kita down alasannya ialah kata-kata tersebut, berarti kita juga sejatinya membuka pintu buatt mereka, dan ikut menilai negatif diri kita. Masalahnya saya tipe yang nanggepin dan pemikir.
Kalau dikatain juteklah, sombonglah itu sudah biasa, padahal kan gak sombong tapi pemalu. Sampai orang bau tanah juga ngirain saya sombong.
Selain itu saya juga takut ketemu orang banyak alasannya ialah takut nggak dapat ngomong, soalnya biasa kan jikalau pendiem itu tersingkir dari pergaulan. Mungkin. Aku emang gak pinter ngomong. Aku lebih sering membisu jikalau di daerah kerja atau dimanapun itu.
Aku juga naik angkutan umum gak bisa, apalagi pas angkot penuh paling gak bisa, terakhir dipaksain malah pingsan.
Apalagi sebelum itu juga pernah dicuekin pas order makanan di kfc. Penampilan saya dulu emang sering urakan, kayak belum dewasa punk tapi ga jorok kok. Gitu order diliat pun kagak sama pelayannya.
Terus paling ngeri itu ditanya kapan nikah? sama dibilang umur segini seharusnya kerja gak di rumah terus...
Tags: Social Phobia
Labels
- Aktifitas
- Anak
- Anti Sosial
- Anxiety
- Asam Lambung
- Autisme
- Bipolar
- Broken Home
- Curhat (Curahan Hati)
- Depresi
- Diabetes
- Fobia Sosial
- Gangguan Jiwa
- Gangguan Kecemasan Sosial (Social Anxiety Disorder)
- Gastro Esophageal Reflux Disease
- GERD
- Hipokondria
- Indigo
- Insomnia
- Introvert
- Kekerasan Dalam Rumah Tangga
- lainnya
- Lifestyle
- Makanan
- Motivasi
- Olahraga
- Panic Attack (Serangan Panic)
- Parenting's
- Pengetahuan Kesehatan
- Penyakit
- Penyakit Jiwa
- Phobia
- Psikologi
- Psikosomatik
- Skizofrenia
- Social Phobia
- Stress
- Wanita
Blogroll
Comments
-
Bagaimana Pengaruh Samping Saya Putus Alprazolam 0.5 Mg Jangka Panjang?
-
Cerita Pengalaman Penderita Gerd Yang Sembuh Total Dari Asam Lambung
-
Aku Benci Tidak Menerima / Dianggap Pada Kiprah Kelompok Di Sekolah
-
Pengalaman Hipokondria Aku Selalu Khawatir Mengira-Gira Penyakit
-
Ciri-Ciri Akan Sembuh Dari Gerd Menurut Pengalaman Aku Pribadi
-
Cara Mengatasi Gerd Yang Menyiksa Tanpa Obat Ialah Dengan Pasrah
-
Testimoni Sembuh Dari Psikosomatis
-
27 Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil (Serta Tips Pentingnya)
-
Ketika Wanita Introvert Jatuh Cinta & Susah Sanggup Jodoh
-
Kisah Penderita Bipolar Disorder Benci (Jijik) Akrab Dengan Orang Lain
Popular Posts
- Aktifitas
- Anak
- Anti Sosial
- Anxiety
- Asam Lambung
- Autisme
- Bipolar
- Broken Home
- Curhat (Curahan Hati)
- Depresi
- Diabetes
- Fobia Sosial
- Gangguan Jiwa
- Gangguan Kecemasan Sosial (Social Anxiety Disorder)
- Gastro Esophageal Reflux Disease
- GERD
- Hipokondria
- Indigo
- Insomnia
- Introvert
- Kekerasan Dalam Rumah Tangga
- lainnya
- Lifestyle
- Makanan
- Motivasi
- Olahraga
- Panic Attack (Serangan Panic)
- Parenting's
- Pengetahuan Kesehatan
- Penyakit
- Penyakit Jiwa
- Phobia
- Psikologi
- Psikosomatik
- Skizofrenia
- Social Phobia
- Stress
- Wanita
Labels
Categories
- Aktifitas
- Anak
- Anti Sosial
- Anxiety
- Asam Lambung
- Autisme
- Bipolar
- Broken Home
- Curhat (Curahan Hati)
- Depresi
- Diabetes
- Fobia Sosial
- Gangguan Jiwa
- Gangguan Kecemasan Sosial (Social Anxiety Disorder)
- Gastro Esophageal Reflux Disease
- GERD
- Hipokondria
- Indigo
- Insomnia
- Introvert
- Kekerasan Dalam Rumah Tangga
- lainnya
- Lifestyle
- Makanan
- Motivasi
- Olahraga
- Panic Attack (Serangan Panic)
- Parenting's
- Pengetahuan Kesehatan
- Penyakit
- Penyakit Jiwa
- Phobia
- Psikologi
- Psikosomatik
- Skizofrenia
- Social Phobia
- Stress
- Wanita
Advertisement
Labels
- Aktifitas
- Anak
- Anti Sosial
- Anxiety
- Asam Lambung
- Autisme
- Bipolar
- Broken Home
- Curhat (Curahan Hati)
- Depresi
- Diabetes
- Fobia Sosial
- Gangguan Jiwa
- Gangguan Kecemasan Sosial (Social Anxiety Disorder)
- Gastro Esophageal Reflux Disease
- GERD
- Hipokondria
- Indigo
- Insomnia
- Introvert
- Kekerasan Dalam Rumah Tangga
- lainnya
- Lifestyle
- Makanan
- Motivasi
- Olahraga
- Panic Attack (Serangan Panic)
- Parenting's
- Pengetahuan Kesehatan
- Penyakit
- Penyakit Jiwa
- Phobia
- Psikologi
- Psikosomatik
- Skizofrenia
- Social Phobia
- Stress
- Wanita

Facebook
Twitter
Google+
Rss Feed
0 comments: