Tuesday, September 25, 2018

Stress Yang Berlebih Sanggup Mengganggu Kesehatan

Posted by Mr sumari at September 25, 2018 0 Comments
Stress

Pagi tadi Alin mendadak pulang dari sekolah alasannya yaitu hendak bertakziah ke salah satu Ibu Guru yang meninggal di usianya yang relatif masih muda. 34 tahun meninggalkan seorang suami dan seorang anak balita. Alin meminta saya mengantarnya sekaligus memberi tumpangan kendaraan untuk beberapa orang teman sekelasnya. Jadilah si Luxio dipadati sekitar 12 anak SMP.

Sakit, kata beberapa orang yang saya ajak bicara di rumah murung ketika saya tanya kenapa. "Stres" sudah cukup lama, warta lain hingga di indera pendengaran saya. Sudah berobat kemana mana, warta lainnya melengkapi. Badannya sangat kurus alasannya yaitu disaat dikala terakhir ia tidak mau makan.

Saya teringat pada seorang klien yang saya bantu. Oleh lingkungannya dia dicap/ dilabel sebagai seseorang yang kena "guna guna". Alhamdulillah satu sesi saja membuatnya sanggup mengendalikan pikirannya sendiri dan otomatis menghipnotis tindakan dan tingkah lakunya. Bukan alasannya yaitu saya sebagai terapis yang hebat. Tapi impian berpengaruh dan komitmennya yang membuatnya sembuh. Saya hanya membantunya secara profesional dengan apa yang sudah saya pelajari.

Kata "stres" biasanya dipakai sebagai satu kata yang mengungkapkan banyak sekali arti. Mungkin kumpulan beberapa emosi negatif menyerupai sedih, marah, kecewa, bosan, dll. Atau sebagai kata pengganti dari beberapa emosi yang definisinya belum detail diketahui. Ini salah satu alasan kini makin praktis seseorang bilang: "aku stres.."

Kalau boleh jujur, ada sedikit rasa bersalah yang saya rasakan. Kalau memang "stres" yang jadi penyebab meninggalnya ibu guru anak saya, saya menyayangkan alasannya yaitu belum menerima kesempatan untuk mencoba membantunya. Banyak yang membutuhkan terapi dengan hipnoterapi dan atau coaching, tapi belum menerima warta yang cukup. Rasa bersalah saya yaitu alasannya yaitu saya pun belum benar-benar membuka diri mengumumkannya.

Terlepas semua yaitu kehendak dan takdir Nya. Selamat jalan Bu Guru.
Tags:

Share This Post

Get Updates

Subscribe to our Mailing List. We'll never share your Email address.

0 comments:

Recent Articles

Blogroll

Recent News

© 2014 Sahabat sehat.
Powered by Themes24x7 .
back to top