Tuesday, September 25, 2018

Cara Sembuh Total Dari Depresi Tanpa Obat Dengan Meditasi

Posted by Mr sumari at September 25, 2018 0 Comments
 Keluar dari gangguan kecemasan dan depresi Cara Sembuh Total dari Depresi tanpa Obat dengan Meditasi

Keluar dari gangguan kecemasan dan depresi

Yang dialami oleh penyandang gangguan kecemasan :
  1. Pikiran kalut takut mati/ takut sakit
  2. Reaksi badan : Jantung berdebar, keringat dingin, kebas, pusing mau pingsan, kesulitan bernafas dll.

Yang dialami ketika depresi :
  1. Tiba datang duka tanpa terang apa sebabnya
  2. Terasa sepi /tidak ada yang mempedulikan
  3. Kehilangan semangat hidup
  4. Perasaan lelah/ cape

Hal tersebut diatas tidak sama dengan "stres" lantaran orang stres tau terang apa yang menjadikan dirinya stres, semisal kita stres lantaran harus menuntaskan pekerjaan yang menumpuk dengan deadline yang singkat maka kita tau betul apa yang menjadikan stres, dan sesudah penyebabnya tidak ada lagi maka stres juga berakhir.

Pada gangguan kecemasan dan depresi tidak demikian, lantaran pemicunya tidak jelas/samar dan berulang secara acak, ini kenapa hal tersebut disebut dengan gangguan mental.

Pada ketika hal itu terjadi, kondisi rasional kita kacau/mawut dan kita larut dalam kondisi tersebut, dan tidak gampang keluar dari kondisi tersebut. ( Akan sulit bila di kebijaksanaan )

Di dunia medis bekerjsama hal ini belum terang penyebabnya, sehingga mereka hanya sanggup menduga bahwa ini disebabkan oleh faktor keturunan genetis, gangguan hormonal, stress berlebihan.

Sedangkan sepanjang pengalamanku menyandang gangguan kecemasan dan depresi ternyata hal tersebut ada juga benarnya tetapi saya tidak sepenuhnya sependapat dengan medis.

Di dunia medis ketika hal tersebut terjadi maka langkah yang di ambil ialah memperlihatkan obat penenang yang mana bekerjsama hal ini memiliki 2 sisi yang harus dikritisi ; "Baik" berdasarkan siapa dan Ukuran "baik" itu sendiri.

Bagi mereka yang tidak menyandang gangguan mental, memperlihatkan obat penenang itu ialah baik lantaran dengan demikian penyandang gangguan mental tersebut mirip terlihat "TENANG", tapi apakah damai yang ini benar baik?

Pengalamanku waktu mengkonsumsi obat penenang itu sendiri maka yang terjadi ialah "TIDAK BISA MIKIR"
Pikiran rasanya karam dan walau bathinku menolak tetapi tidak kuasa untuk melawan.

Pertanyaanku waktu itu adalah, apakah ini baik??
Yang terjadi ialah saya menjadi berontak/ tidak suka dengan keadaan yang demikian, dan bila diteruskan kemungkinan saya tidak akan lagi bisa utuh berpikir.

Mohon maaf, saya disini hanya mengungkapkan pengalamanku sendiri tanpa berusaha mendebat, menjelekkan pihak pihak tertentu.

Makara menurutku BAIK ini berdasarkan siapa?
Menurut orang lain atau berdasarkan si penyandang gangguan mental?
Dan sekali lagi saya selalu bertanya, apakah TENANG ini bisa di jadikan tolak ukur? Karena damai disini ialah 2 hal yang berbeda jauh, Menurutku damai ialah kondisi bathin dan bukan damai lantaran tidak bisa mikir lagi.

Lalu apakah obat sanggup menyesaikan masalah?
Ataukah hanya menciptakan seseorang hanya seolah terlihat membaik?

Diawal saya mengenal meditasi, saya benar benar buta dan tidak tau apa yang harus dilakukan, saya hanya mulai duduk dan mencobanya.

Ya hanya duduk membisu saja tidak ngapa ngapain, di mulai dengan beberapa menit hingga sedikit demi sedikit mendekati 1 Jam.

Lucunya keadaan bathinku membaik dengan sendirinya seiring saya terus berlatih pagi dan malam.

Jadi, inilah yang saya sarankan kepada sobat sahabat semua, apapun kondisi gangguan mental yang dialaminya meditasi ialah kunci utama dari awal perbaikannya.

Mungkin banyak yang ragu dengan saran langkahku ini, tetapi tidaklah apa, disini saya berusaha menjelaskan mengapa hal tersebut bisa menjadi masuk akal.

Gangguan kecemasan ataupun depresi sepanjang yang saya alami ialah kesalahan contoh berpikir.

Pikiranku selalu berjalan membentuk contoh tertentu.

Tanpa hadirnya kesadaran maka hidup kita berjalan dengan sendiri ( hanya menjalankan pola/ jadwal ) layaknya mirip robot, seakan akan punya kebebasan menentukan tetapi bekerjsama tidak. Dan menurutku hal yang mirip demikian ialah hidup tidak berkesadaran.

Begitu pula pada seseorang yang selalu berada dalam tekanan, maka secara tidak sadar membiarkan pikiran berada pada contoh ketegangan dan kewaspadaan dan begitu ini diulang terus menerus maka semakin usang terbentuklah sebuah contoh menetap dimana pikiran selalu tegang dan waspada, tegang dan waspada, tegang dan waspada sepanjang waktu.

Kondisi tegang dan waspada ini tentunya memiliki imbas pada sensitifitas indera dan hormon tubuh, lantaran pikiran ialah sebagai sentra regulatornya.

Dan untuk itu saya akan mencoba mengurutkan sensasi "Fight or Flight" yang pada gangguan kecemasan semoga sobat sahabat menerima citra perihal hal ini.

Dimulai dari pikiran yang sudah waspada ( terbiasa waspada ) maka tingkat sensitifitas badan dan pikiran otomatis meningkat.
Berlanjut dengan adanya sedikit stimulus saja maka pada kondisi pikiran tersebut akan direspon hiperbola yang berakibat meningkatkan kewaspadaan yang hiperbola pula. Bila hal ini terjadi maka seluruh badan menegang/ kempel/ mengeras ( reaksi alamiah untuk bersiap melindungi diri atau lari ) dari tegangnya badan maka pembuluh darah terhimpit/tergencet/ tercekik sehingga ini menjadikan peredaran darah terganggu sehingga tangan dan kaki menjadi hambar serta suplai oksigen ke otak menjadi berkurang dan menjadikan pusing.
Atas ini maka jantung berusaha melaksanakan fungsinya lebih keras dan berdenyut lebih kencang memompa darah lebih banyak ke seluruh tubuh, atas hal ini maka kita pun berkeringat dan terengah2 mirip kesulitan bernafas.
Jika dilihat secara seksama semua ini bekerjsama ialah proses alami.
Tetapi bagi mereka yang tidak sadar akan hal ini maka yang terjadi ialah kepanikan dan malah banyak pikiran berhamburan "kenapa begini, kenapa begitu, dan bla bla bla bla" yang mana ialah pikiran berceloteh ini semakin banyak berserakan dan kacau.

Sepanjang pengalamanku ketegangan otak kita memicu pikiran menjadi lebih aktif ( menyerupai jeruk yang di remas sehingga sarinya semburat berceceran )

Jika hal ini tidak disadari maka yang terjadi berikutnya ialah proses looping/berulang hingga menjadi bulat yang semakin menguat.

Inilah poin yang ingin saya sampaikan, bahwa pada pikiran orang dengan gangguan mental terbentuk suatu contoh yang demikian.

Kemudian bagaimana caranya mengoreksinya? Hal demikian bila diminumi obat apa bisa baik?

Lalu mengapa waktu saya duduk membisu tidak melaksanakan apa apa maka saya menjadi lebih baik?

Pada ketika duduk membisu tidak melaksanakan apa apa, saya bekerjsama secara tidak sengaja telah membiasakan diri untuk selalu tenang/rileks/kendur sehingga contoh tegang yang usang itu menjadi tertimpa ulang ( terprogram ulang ) oleh contoh yang baru. ( seingatku saya membaik ketika melaksanakan meditasi terus menerus pagi sore selama 3 bulan ).

Pada bulan pertama efeknya sudah mulai ada dan pada bulan ke 3 semua hampir tidak pernah berulang kembali.
Memang masih ada residu yang tertinggal, tetapi dengan kemampuan sanggup mengabaikan pikiran dan pengamatan maka semuanya sisa sisa itu menjadi tidak lebih banyak didominasi lagi.

Aku sendiri tampaknya dulu pernah membaca jurnal mengenai kebiasaan, tapi saya lupa detailnya. namun pada garis besarnya bila sesuatu hal dilakukan selama 90x maka hal tersebut akan menjadi satu kebiasaan baru.

Makara kalau saya boleh saran, sobat yeman tidak perlu lagi kebanyakan mikir mikir lantaran hal tersebut menyerupai mirip meremas jeruk, sebaiknya cukup sadari saja dan biarkan saja jeruk itu utuh tidak tersentuh.

Lakukan saja!
Duduk tenang, rileks, kendur, lepas dan anda akan segera membaik.

Semoga ini sanggup membantu sobat sahabat yang ada diluar sana, lantaran saya paham betul bagaimana sulitnya keluar dari kondisi tersebut.

Jangan mengalah dan tetaplah hidup berkesadaran, latihan itu sangat penting.

Walaupun sulit tetapi hal ini bukan lah sesuatu yang mustahil terjadi.

Seperti layaknya bila ingin berilmu ya belajarlah, jangan ambil jalan singkat dengan cara mencontek.

Begitu pula dengan kesehatan mental, bila ingin baik ya jangan cuma minum obat dan malas berusaha..... LATIHAN!
Dan semua akan membaik seiring dengan nya.

Hormat saya

Tags:

Share This Post

Get Updates

Subscribe to our Mailing List. We'll never share your Email address.

0 comments:

Recent Articles

Blogroll

Recent News

© 2014 Sahabat sehat.
Powered by Themes24x7 .
back to top